Catatan Pendiri | 02 Agustus 2011
Home » Arsip Catatan Pendiri » Ma, Kenapa Orangutan itu?
Ma, Kenapa Orangutan itu?
Seorang gadis kecil duduk di atas meja. Matanya yang jernih menatap tajam layar lebar yang menampilkan adegan orangutan yang meregang ajal. Dengan polos dia bertanya kepada mamanya yang berada di sampingnya, "ma, kenapa orangutan itu?"
Gadis kecil itu adalah seorang dari seratus orang yang menghadiri acara ProFauna Conference 2011 yang diadakan pada tanggal 3-5 Juni 2011. Gadis kecil bernama Nana itu adalah putri dari Mas Daniel, seorang dosen ekonomi yang juga salah satu advisory board ProFauna. Selama 3 hari, Nana dan supporter ProFauna lainnya yang berasal dari berbagai daerah secara kompak datang ke Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) untuk menghadiri ajang pertemuan dua tahunan Supporter ProFauna itu.
ProFauna Conference bukan sedar ajang reuni Supporter ProFauna, namun juga wadah untuk mengasah ilmu dan kepekaan terhadap alam. Dengan tema "from the ocean to the jungle", berbagai narasumber berbagi pengalaman di ProFauna Conference 2011. Ian Singleton, Joe Yaggi, Djuna Everiegh, KH Azizi Chasbullah dan saya adalah sebagian dari narasumber yang sharing pengalaman soal upaya pelestarian huatn dan satwa liar di acara itu.
Saya sangat gembira bertemu dengan banyak Supporter ProFauna dari daerah yang berbeda. Ada Imanche dari Sulawesi, Sri dari Padang, Musthafa dari Madura, Hafid dari Kalimantan, Siska dari Bali dan masih banyak lagi. Mereka penuh dengan semangat dan mungkin juga perjuangan untuk bisa menghadiri acara ProFauna Conference yang menampilkan berbagai pembicara dari luar negeri itu. Maklum untuk menghadiri ProFauna Conference itu mereka harus membayar biaya akomodasi, termasuk biaya transportasi mereka sendiri dari daerah mereka ke Malang yang menajdi markas besar ProFauna.
Acara ProFauna Conference itu memang spesial, bukan hanya karena ada banyak pembicara 'asing" yang berbagi ilmu dan pengalaman mengenai dunia pelestarian alam, namun juga karena acara ini bisa berlangsung karena dukungan 100% Supporter ProFauna. Tidak ada sponsor atau donor untuk acara ini. Tidak ada uang transport untuk peserta yang hadir, juga tidak ada amplop berisi uang yang dibagikan ke peserta. ProFauna Conference 2011 murni swadaya Supporter ProFauna!
Bisa direka-reka berapa biaya yang harus dikeluarkan Imanche, supporter ProFauna asal Kendari Sulawesi, untuk sampai di Malang guna menghadiri ProFauna Conference. Juga Mayi dari Ketapang Kalimantan atau Hamzah dari Palopo Sulawesi. Riski, Abas. Muthia, Riffa dan pasukan dari Jakarta lainnya juga harus 'berjuang" untuk sampai ke Malang. Ada juga yang butuh aksi "tipu menipu" untuk bisa dapat ijin cuti dari kantornya. Ada yang "terpaksa" bolos kuliah agar tidak melewatkan acara spesial ini.
Kenapa semuanya rela meluangkan waktu, uang dan tenaga 'hanya" untuk menghadiri ProFauna Conference? Semua itu karena kepedulian terhadap pelestarian alam dan kecintaan terhadap ProFauna. ProFauna yang saya dirikan bersama Made Astuti pada tahun 1994, tidak akan berkembang seperti sekarang jika tanpa dukungan yang luar biasa dari Supporter ProFauna.
Dukungan dan semangat yang membara dari Supporter ProFauna yang hadir di ProFauna Conference itu membuat saya terharu. Saya terharu, gembira dan juga sedih. Saya terharu dengan perjuangan Supporter ProFauna untuk menghadiri acara tersebut. Saya gembira dengan semangat luar biasa dan kesetiaan mereka. Saya sedih karena tidak semua Supporter ProFauna bisa hadir karena keterbatasan tempat dan waktu. Saya juga sedih melihat dan mendengar presentasi narasumber yang berujung pada kesimpulan bahwa masalah pelestarian satwa liar dan hutan Indonesia itu masih jauh dari selesai. Masih banyak masalah dan benang ruwet yang harus kita urai bersama.
ProFauna Indonesia memang organisasi yang unik. ProFauna adalah organisasi yang "kecil" dari sudut uang. ProFauna bukanlah organisasi kaya raya yang bisa membayar orang belasan atau puluhan juta rupiah untuk bekerja di ProFauna. Namun dengan bangga saya mengatakan bahwa ProFauna adalah organisasi "besar" karena ProFauna didukung oleh ribuan anggotanya yang tergabung dalam Supporter ProFauna. Supporter ProFauna ini tersebar mulai dari Papua hingga Aceh, dan juga luar negeri.
ProFauna menjadi organisasi grass root dengan jaringan individu yang sangat kuat di Indonesia. Ini bisa menjadi gerakan yang dahsyat untuk pelestarian alam Indonesia, karena upaya pelestarian alam itu idealnya adalah melibatkan banyak pihak. ProFauna menjadi contoh kecil bagaimana orang dari berbagai latar belakang berbeda bisa bersatu karena kecintaan terhadap satwa liar dan hutan Indonesia. Salah satu bukti kecintaan mereka itu adalah dengan ramai-ramai menghadiri ProFauna Conference 2011 dengan biaya mereka sendiri. Terima kasih atas dukungan anda, para Supporter ProFauna! Tetap semangat untuk satwa liar dan hutan Indonesia!
(Rosek Nursahid, Pendiri ProFauna, email: rosek@profauna.org)