Selamat datang di website ProFauna Indonesia | www.profauna.org

Catatan Pendiri | 09 Desember 2010
Home » Arsip Catatan Pendiri » Terlalu Tulus

Terlalu Tulus



Tim ProFauna melakukan evakuasi satwa di tengah-tengah Gunung Merapi yang bergejolak

Tim ProFauna melakukan evakuasi satwa di tengah-tengah Gunung Merapi yang bergejolak

Hari belum terang, namun terlihat sekelompok orang dengan memakai masker sibuk menyiapkan sesuatu. Ketika kokok ayam pertama terdengar, sekelompok orang itu sudah beraktivitas dan memakai "pakaian perang" berupa masker, sepatu boots, kacamata dan pakaian cattle pack. Sekali-kali terdengar nada bercanda dan riang, meskipun sebetulnya pada saat itu mereka sedang mempertaruhkan nyawa menjadi relawan di tengah-tengah Gunung Merapi yang bergejolak. Mereka adalah tim ProFauna yang berjibaku dengan 'wedhus gembel' untuk membantu masyarakat korban letusan Merapi dengan cara menangani satwa yang terlupakan.

Begitu Merapi meletus tanggal 26 Oktober 2010, tim ProFauna langsung meluncur ke Yogyakarta untuk membantu satwa yang terkena dampak letusan Merapi. Pesan di facebook ProFauna, "dibutuhkan relawan untuk membantu satwa korban letusan Merapi". Dalam hitungan menit, puluhan orang langsung menyatakan siap berangkat ke Yogya untuk bergabung dengan ProFauna. Supporter ProFauna dari berbagai daerah langsung bersuara lewat SMS, email, telepon dan facebook, "kami siap menjadi relawan ProFauna!".

Tingginya animo Supporter ProFauna untuk menjadi relawan Merapi, membuat kami harus menyeleksinya dengan ketat. Syarat utama adalah relawan harus berani, tulus, siap bekerja keras dan tidak takut mati. Syarat yang terakhir ini menjadi mutlak, karena status Merapi masih belum stabil, sewaktu-waktu bisa meletus lagi dan taruhannya adalah nyawa. Orang yang penakut dan oportunis akan terdepak dari tim ProFauna.

Ketika tim ProFauna menginjakan kakinya di bumi Yogyakarta pemandangannya begitu miris. Ribuan rumah hancur lebur tersapu 'wedhus gembel' dan material erupsi Merapi. Ratusan orang harus menghadap Sang Pencipta. Dan yang sering terlupakan adalah ada ribuan satwa (liar dan ternak) yang membutuhkan bantuan. Ada banyak sapi yang melenguh kesakitan karena sekujur tubuhnya terkelupas akibat terbakar awan panas. Ada ratusan kambing yang merintih kelaparan.Ada ratusan monyet yang bingung mencari makan karena hutan tempat mereka terselimuti debu tebal. Dan ada ratusan satwa ternak yang mati yang harus segera dikubur agar tidak menyebarkan bau amis dan penyakit menular. Sang raja hutan, macanpun, turun kampung untuk menghindari amukan Merapi.

Sejak sehari setelah Merapi meletus tim ProFauna langsung bekerja keras, mulai dari hari belum terang hingga matahari tertelan bumi. Ketika di tempat lain orang masih asyik berselimut di atas ranjang empuk, tim ProFauna sudah meninggalkan posko untuk evakuasi satwa ternak, memberi makan satwa dan pengobatan satwa. Ini adalah pekerjaan berbahaya, karena harus super waspada dengan momok yang paling ditakuti di Merapi yaitu awan panas 'wedhus gembel'.

Bekerja di zona berbahaya ini butuh ketulusan dan keberanian tinggi. Ketika Merapi meletus lagi dengan lebih dahsyat pada tanggal 5 November 2010, posko bersama ProFauna hancur lebur diterjang awan panas. Untungnya beberapa saat sebelum letusan terjadi, semua anggota tim ProFauna sedang berada di luar posko untuk menjalankan aktivitas rutin membantu satwa. Kalau saja tim ProFauna masih "bermalas-malasan" berada di posko, ceritanya akan lain. ProFauna akan berduka mendalam. Untungnya Tuhan begitu sayang dengan orang-orang yang tulus membantu sesama mahluk hidup. Dengan caraNya, Sang Maha Pelindung, menyelamatkan tim ProFauna!

Saya begitu lega ketika menerima SMS dari tim merapi, "kami semua selamat dan sekarang sedang siap-siap naik untuk evakuasi satwa ternak".Tim ProFauna adalah satu-satunya tim yang sejak awal yang boleh masuk ke beberapa daerah "zona merah" untuk membantu evakuasi satwa. Koordinasi yang baik tim ProFauna dengan instansi terkait mulai dari aparat desa, dinas peternakan hingga komandan Kopassus, membuat tim ProFauna bisa bekerja optimal, bahu membahu, dalam membantu satwa di Merapi.

Ya memang ada banyak pihak yang mendukung tim ProFauna untuk Merapi. Pertama tentu saja adalah supporter dan relawan ProFauna yang super berani. Selain Supporter - sebutan untuk anggota ProFauna - , ada banyak pihak yang mendukung tim ProFauna, antara lain dinas peternakan, pemerintah daerah setempat, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, TNI, PMI, beberapa universitas, donor dan berbagai kelompok relawan kemanusiaan. Uniknya seringkali aktivitas tim ProFauna dalam membantu satwa juga dibantu oleh relawan kemanusiaan. Bahkan di posko bersamapun tim ProFauna begitu erat membaur dan bekerja sama dengan relawan kemanusiaan.

Kerja keras tim ProFauna membantu satwa korban Merapi itu membuat relawan kemanusian kagum dan merekapun akhirnya turut membantu tim ProFauna. Seorang relawan kemanusian berujar, "saya kagum dengan tim ProFauna, mereka itu begitu terlalu tulus dalam membantu satwa". Tidak jelas apa maksud kata "terlalu tulus" itu, apakah berarti ada relawan lain yang "tidak tulus"?

Namun yang jelas saya kagum, sekagum-kagumnya, terhadap Supporter dan relawan ProFauna yang membantu satwa korban Merapi. Mereka adalah orang yang tulus dan mulia. Saya jadi teringat kisah nabi Nuh yang termuat di Al-Qur'an dalam Surat Hud, ayat 36-48: Dikisahkan ketika bencana banjir bandang akan ditimpakan oleh Sang Maha Pencipta, Nabi Nuh diperintahkan oleh Allah untuk segera menyelamatkan diri dengan cara naik perahu. Sang nabi diperintahkan untuk juga melakukan 'evakuasi' satwa denngan cara membawa satwa ke dalam perahunya masing-masing sepasang.

Ternyata pebuatan mulia dalam membantu satwa itu sudah diajarkan berabad-abad silam. Bersyukurlah orang-orang yang tergabung dalam tim ProFauna yang membantu satwa korban letusan Merapi, karena mereka punya kesempatan untuk menabung pundi-pundi amal ibadah. Bagi saya mereka adalah orang yang mulia dan mereka adalah "superman", karena mereka adalah memang orang yang super berani dan super tulus. Terima kasih atas ketulusan dan keberanian tim ProFauna untuk Merapi!


(Rosek Nursahid, Pendiri ProFauna, email: rosek@profauna.org)