Selamat datang di website ProFauna Indonesia | www.profauna.org

Turtle Campaign




Daftar Isi

 

Tujuan:

  1. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak mengkonsumsi daging penyu.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak memperdagangkan suvenir yang terbuat dari karapas penyu.
  3. Mendorong pemerintah untuk melakukan penegakan hukum terhadap perdagangan penyu.
  4. Melindungi pantai yang menjadi tempat pendaratan penyu melalui pendekatan wisata dan edukasi.

Latar Belakang Informasi:

Investigasi ProFauna di tahun 1999 menunjukan bahwa sekitar 27.000 ekor penyu dibantai setiap tahunnya di Bali untuk diambil dagingnya. Meski kini telah menurun 80%, perdagangan penyu di Bali masih juga berlangsung. Konsumsi daging penyu ini juga terjadi di daerah lain seperti Bengkulu, Maluku dan Jawa Tengah, meski dalam skala lebih kecil dibanding di Bali.

Penyu ditangkap bukan hanya diambil dagingnya, tapi juga karapasnya untuk sebagai bahan pembuatan suvenir. Pusat perdagangan suvenir terbuat dari karapas penyu ini terpusat di Yogyakarta dan juga di Makassar.

Sejak tahun 2000 ProFauna gencar melakukan kampanye perlindungan penyu di Bali, dengan ragam bentuk seperti demonstrasi, lobbying, school visit, pameran, petisi, dan mendukung upaya penegakan hukum. ProFauna juga mendampingi

Satgas Pantai Kuta Bali untuk menyelamatkan penyu yang mendarat di Pantai Kuta. Program penyu di Kuta ini kini menjadi nilai plus bagi Pantai Kuta sebagai kawasan tujuan wisata.