Selamat datang di website ProFauna Indonesia | www.profauna.org

Primates Campaign




Daftar Isi

 

Tujuan:

  1. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk tidak membeli dan memelihara primata.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak berburu dan mengkonsumsi daging primata.
  3. Mendorong pemerintah untuk melakukan penegakan hukum terhadap perdagangan primata yang dilindungi.
  4. Menyebarluaskan informasi kepada generasi muda tentang pentingnya pelestarian primata di alam dari sudut ekologi, budaya, ilmu pengetahuan dan ekonomi.

Latar Belakang Informasi:

Primata adalah jenis satwa yang paling banyak diperdagangkan untuk satwa peliharaan, setelah burung. Sebagian besar (hampir 100%) primata yang diperdagangkan adalah hasil tangkapan dari alam. Perburuan primata untuk diambil dagingnya juga terjadi di banyak tempat, seperti Banyuwangi, Bali, Lampung, dan Sumatera Barat. Beberapa jenis primata seperti kukang dan lutung dipercaya bisa menyembuhkan penyakit, namun tidak bukti ilmiah yang bisa memperkuat kepercayaan tersebut.

Primata mempunyai banyak kemiripan dengan manusi baik secara morfologi, perlikau maupun fisiologi. Ada hubungan yang erat antara manusia, baik dari sudut biologi, budaya maupun ekonomi. Namun demikian masyarakat masih banyak yang tidak mengenal jenis-jenis primata. Rata-rata mereka hanya mengenal jenis primata yang populer saja seperti orangutan dan siamang. Padahal ada lebih dari 35 spesies primata yang hidup di Indonesia.

Sejak tahun 1996 ProFauna aktif melakukan kampanye anti perlindungan primata. Pada tahun 1999 ProFauna bersama IPPL berhasil menghentikan rencana ekspor bekantan ke USA dan Kanada. Tahun 2001 ProFauna melakukan kampanye keliling Jawa Bali melalui program ‘Primate Freedom Tour’. Tahun 2002 ProFauna bersama Yayasan Alas sukses menghentikan perdagangan daging kera di sejumlah restoran di Bandar Lampung. Kemudian pada tahun 2003 ProFauna berhasil membongkar sindikat perdagangan internasional orangutan di Jakarta.