Selamat datang di website ProFauna Indonesia | www.profauna.org

Kegiatan ProFauna Indonesia




Daftar Isi

 

Semua kegiatan ProFauna adalah bersifat non kekerasan dan non politik. Secara umum kegiatan ProFauna adalah:

Kampanye

Kampanye ProFauna tentang pelestarian satwa liar sangat atraktif, unik dan beragam. Bentuk kampanyenya sangat beragam, mulai dari pembuatan media penyadaran masyarakat (poster, brosur, sticker, kaset, VCD, dll), penyuluhan, petisi internasional, lobbying, advokasi, pameran, hingga demonstrasi.

Demonstrasi ProFauna dikenal atraktif dan berani. Demonstrasi yang dilakukan dengan tanpa kekerasan itu mampu mencuri perhatian media massa dan masyarakat luas karena dilakukan dengan media dan cara yang unik. Demonstrasi yang juga sering menyerempet bahaya ini dilakukan oleh anggota ProFauna yang bekerja secara sukarela. Lebih lanjut tentang kampanye

Edukas

Sejak tahun 1994 ProFauna aktif mengunjungi sekolah, mulai dari tingkat TK hingga universitas untuk mempromosikan isu pelestarian satwa liar. Program yang diberi nama schooll visit ini telah mengunjungi ribuan sekolah di berbagai daerah. Dalam program school visit ProFauna memutar film tentang konservasi satwa, membagikan media pendidikan dan diskusi. Program ini banyak didukung oleh anggota ProFauna di seluruh Indonesia.

Pada akhir tahun 2003 ProFauna mulai mengoperasikan sebuah pusat pendidikan mengenai pelestarian satwa liar di Malang. Nama pusat pendidikan tersebut adalah Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC). Di P-WEC generasi muda bisa mengenal dan belajar tentang satwa liar melalui pendekatan permainan, petualangan, rekreasi dan belajar dari pengalaman (learning by doing).

Penyelamatan satwa

ProFauna sangat aktif melakukan kegiatan penyelamatan satwa, dalam bentuk:

  1. Membangun Pusat Penyelamatan Satwa sebagai tempat karantina sementara satwa sitaan negara.
  2. Membantu kepolisian dan Departemen Kehutanan dalam evakuasi satwa dilindungi yang disita dari perdagangan atau yang dipelihara oleh masyarakat secara ilegal.
  3. Program pelepasan satwa liar kembali ke habitatnya.
  4. Evakuasi dan translokasi satwa dari korban pembantaian, seperti yang dilakukan di Kalimantan Tengah.
  5. Evakuasi dan pengobatan satwa korban bencana, seperti yang dilakukan di Aceh.
  6. Mendorong dan menekan aparat penegak hukum untuk menegakan hukum yang melindungi satwa liar.
  7. Program penyelamatan penyu yang mendarat di Pantai Kuta Bali.

Selama tahun 2001-2004 ProFauna telah membantu polisi kehutanan menyita/mengamankan 1900 ekor satwa dari pasar burung dan kepemilikan ilegal. Sampai tahun 2004, ProFauna telah melepas lebih dari 1300 ekor satwa ke alam bebas.

Investigasi

Sejak tahun 1994, ProFauna telah memulai kegiatan monitoring dan investigasi perdagangan satwa liar dan mengungkap praktek kekejaman terhadap satwa. Kegiatan ini dimulai dengan melakukan monitoring perdagangan satwa di seluruh pasar burung di Jawa bali (1994-1996).

Ada ratusan kasus perdagangan satwa ilegal dan kekejaman terhadap satwa yang telah diungkap oleh ProFauna. Banyak diantara kasus tersebut yang kemudian membawa pelakunya ke penjara. Hasil investigasi ProFauna yang terpercaya dan dengan data kuat itu telah menjadi bukti dan senjata bagi aparat penegak hukum untuk menindak praktek perdagangan satwa langka yang dilindungi.

Beberapa investigasi menonjol ProFauna:

  1. Investigasi perdagangan penyu di Bali (1999).
  2. Investigasi yang mengungkap praktek perdagangan daging kera di Lampung (2001).
  3. Investigasi yang mengungkap penangkapan dan perdagangan burung paruh bengkok (nuri dan kakatua) di Indonesia (2001).
  4. Investigasi yang membongkar mafia penyelundupan orangutan ke luar negeri (2003).
  5. Investigasi yang membuka fakta tentang perdagangan obatan-obatan yang mengandung empedu beruang di Kalimantan dan Sumatera (2000).

Wild Animal Watching (WAW)

Sejak tahun 1996, ProFauna Indonesia (sebelumnya bernama KSBK) mengembangkan kegiatan pengamatan burung di alam sebagai kegiatan alternatif cara mencintai burung tanpa harus memeliharanya dalam sangkar. Kegiatan pengamatan burung adalah perpaduan kegiatan petualangan, ilmiah, pendidikan dan konservasi. Secara rutin, ProFauna mengajak masyarakat khususnya anak-anak untuk melakukan pengamatan burung. ProFauna menyediakan peralatan pengamatan burung berserta pemandunya. Kegiatan ini sama sekali tidak dipunggut biaya.

Sejak tahun 2000 ProFauna secara rutin mengadakan lomba pengamatan burung di alam tingkat nasional. Lomba pengamatan yang diberi nama Indonesian Bird Race (IBR) ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para pengamat burung dari berbagai daerah di Indonesia.

Program WAW menjadi salah satu favorit kegiatan bagi anggota ProFauna yang suka kegiatan di alam bebas. Setiap sebulan sekali anggota ProFauna di Malang, Bali dan Jakarta mengadakan kegiatan WAW di lokasi yang berbeda.