Selamat datang di website ProFauna Indonesia | www.profauna.org

Bali Representative | 18 Januari 2011
Home » Arsip Bali Representative » Bersama Masyarakat Menyelamatkan Penyu di Pantai Kuta Bali

Bersama Masyarakat Menyelamatkan Penyu di Pantai Kuta Bali



Daftar Isi

Pelepasan tukik di Pantai Kuta Bali

Pelepasan tukik di Pantai Kuta Bali

Siapa yang tak kenal dengan keindahan Pantai Kuta Bali? Pantai ini setiap hari selalu ramai dikunjungi wisatawan luar dan dalam negeri untuk menikmati deburan ombaknya yang terkenal. Mereka juga menikmati pancaran sinar sang surya dengan pesonanya di senja hari tatkala pulang keperaduannya di ufuk barat. Namun siapa sangka jika kini Pantai Kuta juga menjadi habitat penyu.

Dalam sejarahnya hampir seluruh pantai di Bali dulunya adalah tempat pendaratan penyu. Seiring dengan perjalanan sang waktu, kini hanya tertinggal beberapa tempat saja yang dikunjungi penyu untuk bertelur, dan salah satunya adalah Pantai Kuta. Kini Pantai Kuta bukan hanya ramai dikunjungi wisatawan namun juga ramai dikunjungi penyu untuk bertelur. Hal ini sangat mengejutkan dengan melihat kondisi Pantai Kuta yang kini telah sesak dengan banyaknya bangunan hotel. Penyu yang mendarat di Pantai Kuta adalah jenis penyu lekang (Lepidochelys olivacea).

Menyelamatkan Penyu di Pantai Kuta BaliUntuk menyelamatkan penyu yang mendarat di Pantai Kuta, Satuan Tugas (satgas) Pantai Kuta bekerja sama dengan ProFauna Bali Representative membuat program penyelamatan penyu di Pantai Kuta. Program yang dimulai sejak tahun 2002 ini meliputi perlindungan telur-telur penyu dan pelepasan anak penyu (tukik) kembali ke laut. Bersama Satgas Pantai Kuta dan BKSDA Bali, ProFauna juga memasang papan-papan peringatan di beberapa pantai di Bali yang menjadi tempat pendaratan penyu.

ProFauna juga mengadakan pelatihan tentang pengelolaan dan penyelamatan penyu bagi Satgas Pantai Kuta. Kemudian pada tahun 2003, Humane Society International dan Born Free Foundation ikut mendukung program perlindungan penyu di Kuta ini.

Meski sebelumnya Bali dikenal sebagai pusat pembantaian penyu (terpusat di Tanjung Benoa), dengan program perlindungan penyu di Kuta bersama masyarakat ini, ProFauna berharap ada sisi lain (yang positif) di Bali tentang perlindungan penyu. Program di Kuta ini juga sekaligus menepis anggapan bahwa semua masyarakat Bali gemar mengkonsumsi daging penyu. Masih banyak masyarakat Bali yang peduli pelestarian penyu, seperti masyarakat Kuta yang dipelopori Satgas Pantai Kuta ini. Tanpa bayaran, mereka bekerja dengan sepenuh hati untuk melindungi penyu yang mendarat di Pantai Kuta. Dan yang terpenting program pelepasan penyu di Kuta ini sama sekali tidak ada unsur komersilnya!

Meningkat Jumlah Tukik (anak penyu) di Kuta

Menyelamatkan Penyu di Pantai Kuta BaliJumlah total sarang penyu lekang (Lepidochelys olivacea) yang ditemukan di Pantai Kuta pada tahun 2010 adalah sebanyak 92 sarang. Jumlah total telur penyu yang berhasil diselamatkan adalah 8.725 butir. Sedangkan jumlah telur yang menetas dan kemudian dilepaskan ke alam adalah sebanyak 7.810 ekor tukik.

Total jumlah flipper tag yang dipasang adalah sebanyak 57 buah, dan tag recover sebanyak 9 kali. Dari program tag berhasil ditemukan data baru pada induk penyu dengan tag IDB 00018 yang bertelur sebanyak 3 kali pada musim ini. Data sebelumnya induk penyu hanya bertelur 2 kali dalam semusim. Tercatat juga jumlah telur terbanyak pada tahun ini dari induk penyu dengan tag IDB 00051 dengan jumlah telur 177 butir.

Peningkatan jumlah telur dan tukik (anak penyu) yang dilepaskan pada tahun 2010 dibandingkan tahun 2009 ada peningkatan sebesar 56%.

Informasi lebih lanjut tentang program perlindungan penyu, hubungi:

ProFauna Bali Representative
email: bali@profauna.net

Supported by

The Born Free Foundation (BFF)Humane Society International (HSI) - Australia