Selamat datang di website ProFauna Indonesia | www.profauna.org

Bali Representative | 18 Januari 2011
Home » Arsip Bali Representative » ProFauna Bali Representative

ProFauna Bali Representative



Daftar Isi

ProFauna aktif membantu penanganan perdagangan illegal penyu

ProFauna aktif membantu penanganan perdagangan illegal penyu

Sejak tanggal 15 Maret 2001 ProFauna secara resmi membuka kantor cabang di Bali. Pembukaan kantor di Bali ini dilatarbelakangi banyaknya permasalahan satwa liar, khususnya penyu yang ada di Bali. Hasil investigasi ProFauna tentang perdagangan penyu di Bali tahun 1999 menunjukan bahwa faktanya perdagangan puluhan ribu penyu masih bebas berlangsung di Bali.

ProFauna Bali Representative difokuskan untuk isu perlindungan penyu, bukan hanya untuk Bali namun juga Indonesia. Sejak dibukanya kantor di Bali, ProFauna langsung melakukan serangkaian kegiatan nyata untuk pelestarian satwa liar di Bali, antara lain:

  • ProFauna Indonesia aktif membantu POLDA (Polisi Daerah) dan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Bali melakukan operasi penyitaan penyu di berbagai daerah di Bali.
  • ProFauna Indonesia membiayai dan terlibat langsung sebagian besar pelepasan penyu hasil sitaan ke laut.
  • Kunjungan pendidikan ke sekolah dan universitas untuk mengenalkan masalah pelestarian penyu.
  • Penyebaran poster dan brosur perlindungan penyu.
  • Penanganan penyu yang mendarat di Pantai Kuta dan Tegal Besar.

Menyelamatkan Penyu di Pantai Kuta BaliProFauna melakukan kegiatan nyata untuk perlindungan penyu di Bali. Berkat hasil investigasi ProFauna (1999) dan gencarnya kampanye ProFauna yang didukung oleh ratusan organisasi internasional, pada tahun 2001 polisi melakukan penyitaan besar-besaran terhadap penyu yang diperdagangkan di Bali. Kini perdagangan penyu di Bali telah menurun 80%.

Meski telah menurun drastis, bukan berarti perdagangan penyu di Bali berhenti total. Pasokan penyu Tanjung Benoa Bali yang menjadi pusat perdagangan penyu masih berlangsung secara sembunyi-sembunyi. ProFauna secara aktif mendukung polisi air Polda Bali melakukan patroli dan monitoring perdagangan penyu. ProFauna juga menyumbang Rp 100 juta untuk perbaikan kapal patroli Polisi Air Polda Bali. Hasilnya selama tahun 2001-2010 berhasil disita lebih dari 3000 ekor penyu dan lebih dari 10 orang pelaku perdagangannya diproses hukum.

Sejak tahun 2002 ProFauna Bali bersama dengan Satgas Pantai Kuta, dan Bendesa Adat Desa Kuta dalam program penyelamatkan penyu yang bertelur di sepanjang Pantai Kuta. Program penyelamatan penyu dan telurnya di Pantai Kuta ini sekarang menjadi proyek percontohan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. ProFauna bukan hanya menangani penyu yang mendarat di Pantai Kuta, tetapi juga di Pantai Klungkung. Lebih lanjut tentang program penyu Kuta: Program Penyu Kuta.

Selebritis Dukung Pelestarian Penyu

Selebritis Dukung Pelestarian Penyu

Selebritis Dukung Pelestarian Penyu

Program pelestarian penyu yang dilakukan ProFauna di Bali bukan hanya mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat lokal, namun juga dari berbagai kalangan termasuk selebritis. Sejumlah selebritis papan atas seperti Slank, Melanie Subono, dan Audi adalah contoh sebagian selebritis yang juga peduli akan penyu. Selebritis tersebut terlibat dalam program pelepasan tukik di Pantai Kuta.

Melanie Subono yang merupakan penyanyi rock ibukota itu bahkan terlibat aktif dalam berbagai kampanye ProFauna, termasuk kampanye perlindungan penyu. Selain aktif mengkampanyekan pelestarian penyu, Melanie juga sering terlibat dalam pelepasan tukik di Kuta. Setiap Melanie Subono ke Bali, Melanie hampir selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi program pelestarian penyu ProFauna yang ada di Pantai Kuta.

Informasi lebih lanjut tentang program perlindungan penyu, hubungi:

ProFauna Bali Representative
email: bali@profauna.net

Supported by

The Born Free Foundation (BFF)Humane Society International (HSI) - Australia