Press Release | 28 Agustus 2007
6 Ekor Lutung Jawa PPS Petungsewu Dikembalikan ke Alam
Sekelompok lutung jawa (Trachipithecus auratus) yang dirawat selama 1 – 4 tahun di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Petungsewu, Malang akhirnya dilepas kembali ke alam pada tanggal 28 Agustus 2007. Kelompok lutung yang terdiri dari 6 ekor itu dipimpin sekor lutung jantan dewasa yang diberi nama Rama. Lutung tersebut dilepas di kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang, Jawa Timur, setelah sebelumnya menjalani terapi medis dan pembelajaran perilaku alami di PPS Petungsewu.
Kelompok lutung tersebut dulunya adalah hasil sitaan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Departemen Kehutanan yang kemudian dititpkan di PPS Petungsewu. Lutung-lutung tersebut disita dari tangan pedagang dan juga dari rumah pribadi yang ada di Probolinggo, Denpasar dan juga Yogyakarta. Kini setelah dirasa memungkinkan dari sudut medis dan biologi, akhirnya BKSDA Jawa Timur dan PPS Petungsewu melepas lutung-lutung tersebut kembali ke habitat mereka di alam.
Lutung jawa adalah jenis satwa yang sudah dilindungi yang tidak boleh diperjualbelikan. Menurut UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan satwa dilindungi dapat dikenakan hukuman penjara maksimum 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Sayangnya meski sudah dilindungi lutung jawa masih diperdagangkan di berbagai pasar burung di Jawa dengan harga Rp 150.000 – 250.000 per ekor. Di beberapa daerah seperti di Banyuwangi, lutung juga diperdagangkan dalam bentuk dagingnya.
Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang yang memiliki luas 14,145 ha ini dipilih sebagai lokasi pelepasan lutung dengan pertimbangan kawasan ini adalah kawasan konservasi yang cocok sebagai habitat lutung. Selain itu Suaka Margasatwa Hyang juga aman dari jarahan pemburu satwa. Sebelumnya selama kurang lebih setahun, tim PPS Petungsewu telah melakukan survey ilmiah untuk menilai kelayakan kawasan Hyang sebagai tempat pelepasan lutung. Survey ini meliputi survey vegetasi, keberadaan lutung asli dan keamanan.
Pelepasan lutung jawa ini mendapatkan dukungan dari Born Free Foundation, Humane Society International (HSI) dan ProFauna Indonesia. Selain itu, Eiger, sebuah perusahaan terkemuka yang memproduksi perlengkapan outdoor juga turut mendukung pelepasan lutung ini dengan memberikan bantuan berupa beberapa perlengkapan lapangan untuk tim pelepasan. Dukungan perusahaan seperti Eiger sangat menggembirakan, karena menunjukan adanya sebuah tanggung jawab perusahaan terhadap pelestarian alam dan satwa liar Indonesia.
Selain dukungan dari organisasi internasional dan perusahaan Eiger, pelepasan lutung kali ini juga melibatkan artis Melanie Subono. Melanie Subono yang juga merupakan anggota ProFauna ini menyatakan dukungannya terhadap pelestarian lutung jawa dengan turut melepas lutung tersebut. Melanie sangat mendukung upaya-upaya perlindungan satwa liar di Indonesia, termasuk lutung yang keberadaannya di alam semakin terdesak. Selain Melanie, sejumlah selebritis Indonesia lainnya juga sudah menyatakan dukungannya terhadap ProFauna, seperti grup musik Slank, Cokelat, La Launa, Edi Brokoli, dll.