Press Release | 09 Desember 2007
Only One Earth, For People and Wildlife
Dampak pemanasan global bukan hanya akan berdampak terhadap manusia namun juga terhadap satwa liar. Pemanasan global juga akan mengancam kelestarian dari 300 spesies yang masuk dalam daftar terancam punah. Dampak terbesar terhadap satwa akibat pemanasan global adalah terhadap satwa laut.
Menurut Intergovermental Panel on Climate Change (IPPC) jika suhu bumi akan terus naik 1,5 – 2,5 C, maka 20 – 30% spesies satwa dan tumbuhan akan punah. Pada tahun 2100 diperkirakan permukaan air laut akan naik 0,18 – 0,59 meter akibat mencairnya es dan ini akan menyebabkan banyak pantai, lahan basah dan hutan bakau akan hilang. Akibatnya burung-burung air yang menjadikan tempat tersebut sebagai tempat mencari makan dan tinggal akan turut punah.
IPPC juga memprediksi akan ada banyak satwa laut yang akan punah akibat pemanasan global ini. Beruang kutub salah satu satwa langka yang akan menghadapi kepunahan akibat mencairnya es. Paus yang langka juga akan terpengaruh kelestariannya karena menurunnya plankton yang menjadi makanan mereka. Semua mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba akan menghadapi resiko kepunahan tinggi di tahun 2100.
Penyu termasuk jenis reptil yang kena dampak terhadap pemanasan global. Pemanasan global akan berdampak terhadap meningkatnya suhu di musim panas, badai dan banjir. Ini akan membuat karang-karang akan menjadi rusak dan akan menyebabkan menipisnya pakan untuk penyu. Meningkatnya temperatur di pantai juga akan berpengaruh terhadap daya tetas telur penyu.
Aksi simpatik ProFauna Indonesia di Pantai Kuta dengan balon-balon satwa raksasaSelama UNFCCC berlangsung di Bali pada tanggal 3-14 Desember 2007, ProFauna Indonesia menghimbau dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk berbuat nyata dalam mengurangi pemanasan global. Dalam kampanye ini ProFauna yang mengusung tema "only one earth, for people and wildlife" ini akan ditampilkan berbagai balon raksasa berbentuk satwa. “Satwa-satwa” tersebut juga akan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang berkunjung ke Pantai Kuta.